Baru saja aku diteror olehnya.
"Jika kau tidak menulis tentangku malam ini dan besok tulisanmu masih belum muncul di Facebookku, kau akan tahu akibatnya." ancamnya dari seberang sana memalui saluran telepon.
"Akibatnya aku akan jadi pacarmu ya..." ucapku kalem.
Lalu tiba-tiba dia berada di depanku dan melemparkan telepon genggamnya ke arah kepalaku. Aku pun menangkapnya dan menjualnya ke pasar maling. Hidup itu memang mudah....
Baiklah, dia sahabatku sejak SMA dulu. Namanya
Lia Kaulina Suci Ningtyas (semoga saja aku tidak salah menulis namanya).
![]() |
| Ini dia makhluk yang telah meneror saya |
"Apa aku terlalu baik, ya?" tanyanya sekali waktu.
"Terlalu baik? Memangnya kenapa?"
Dia tidak menjawab. Dan baru kusadari ternyata teleponnya terputus...
Jika diingat-ingat, aku ingin tertawa jika aku mengenang masa lalu. Banyak hal yang telah aku ceritakan padanya. Juga sebaliknya, banyak hal yang dia ceritakan padaku. Jarak bukan berarti penghalang untuk saling berbagi rupanya. Saat ini aku yang tengah berjuang di Malang, sementara dia sedang menuntut ilmu di Jogja. Kudengar ilmu terjerat pasal 2133418 KUHP. Entahlah, itu urusan dia. Meski terpisah jauh, tetap saja komunikasi terjalin. Seperti beberapa hari yang lalu, saat kami tengah berbincang di sambungan telpon. Lama kami berbincang-bincang, hingga kami tertawa terpingkal-pingkal. Aku sendiri sampai memukul lantai saat tertawa, hingga lantainya jebol dan menemukan lubang kurcaci. Setelah selesai teleponan,
Namun, jujur saja, tidak enak jika hanya selalu memuji dia. Mari kita kibuli dia...
Dia itu paling tidak bisa jika dimarahi. Sekali dia dimarahi, maka dia akan pergi ke kamar mandi dan tetap di sana selama berbulan-bulan hingga orang yang memarahinya pergi. Apa yang dia lakukan? Tanya sendiri padanya, jangan tanya saya...
Lalu tentang kisah cintanya. Ah, ini dia. Kisah cintanya itu bisa dibilang pedas. Sejauh yang aku tahu dan yang ia ceritakan sih seperti itu. Seperti dulu saat dia menyukai seseorang, namun orang itu tidak tahu jika dia menyukainya, hingga orang itu menjadi milik orang lain dari orang yang sebenarnya orang sungguhan. Atau tentang orang lain yang terus mengejar cintanya, tak pernah lelah pagi dan malam. Dia dengan hebatnya terus menghindari orang itu. Tapi sebenarnya ada perasaan juga di sana, saat sesekali aku tak sengaja mendapati orang itu tengah teleponan sama dia. Ah, cinta memang rumit.
Saat ini, saat kutanya apakah dia tengah menyukai seseorang, jawabannya 'tidak'. Namun aku curiga, sebenarnya dia tengah menyukai seseorang. Tapi tidak mau mengatakannya padaku. Kusimpulkan saat ia mengatakan, "kita tidak bisa menahan perasaan. Itu hal yang wajar. Rasa suka dan cinta memang anugerah dari Tuhan." Tidak mungkin dia mengatakannya begitu saja tanpa ada sesuatu. Tapi biarlah, urusan cintanya adalah urusannya. Aku tidak ingin ikut campur.
Sekarang, dia menjadi semacam konsultan bagi orang yang tengah dirundung masalah. Orang-orang yang tengah bingung banyak yang berkonsultasi padanya. Mulai masalah keluarga, pernikahan, olahraga, entertaimen, budaya, kriminal, dan banyak lagi. (ini orang apa koran...) Hal hebat yang dimilikinya adalah bahwa dia pintar sekali berkomunikasi dengan orang lain. Itu mungkin salah satu alasannya memilih jurusan Komunikasi Islam. Tapi katanya, dia memilih jurusan iu juga berdasarkan saranku.
Baru-baru ini aku mendengar dia baru saja memainkan sebuah film pendek. Film itu merupakan film yang diadaptasi dari novel Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin karya Tere Liye. Ini dia cover filmnya:
Durasi film ini hanya 10 menit. Pertama kali mendengarnya aku berpikir, bagaimana caranya cerita di novel yang panjang seperti itu dijadikan film dengan durasi 10 menit? Apa setiap adegan pemainnya mengatakan, "Oke, skip." "oke, skip" "oke, skip" dan pada menit 9.30 pemainnya berkata, "maaf, karena cerita terlalu panjang, kami tidak bisa menampilkan ceritanya di sini. Anda kurang beruntung. Karena sebenarnya ini bukan film, ini hanyalah video biasa yang berisi tentang oke skip."
Terlepas dari itu, aku terkejut dan kagum saat tahu dia memerankan sebuah film. Satu lagi hal mengagumkan yang baru aku tahu darinya. Dari hal ini aku menyadari, setiap orang, jika dia mau, dia dapat melakukan hal apapun.
Sejujurnya, aku kagum pada kepribadiaannya. Dia sangat taat pada agamanya. Dan tentu saja hal spesial darinya itu. Dia wanita baik dan solehah, tentu saja. Aku merasa luar biasa beruntung memiliki sahabat seperti dia. Sahabat yang selalu mampu membuatku tertawa. Terima kasih, Li..
Okelah, kurasa cukup aku bercerita tentangnya. Yang terpenting aku akan terbebas dari terornya. Dan aku juga telah menepati janjiku.
Sekarang, aku menunggu yang dia janjikan padaku.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar