Bismillahirrohmanirrohim..
Tulisan ini ditulis dengan rasa panik yang mencekam, Kawan, karena aku baru tahu jika masuk ke akun blogger sudah tidak dapat menggunakan email Yahoo! Aku panik bukan kepalang! Bagaimana tidak panik, aku tidak bisa lagi masuk ke akun blogger dengan email Yahoo! karena blogger sudah berpindah tangan ke Google. Aku mencoba masuk menggunakan akun Yahoo! walau URL dan halaman blogger jelas-jelas menampilkan akun Google. Ini pemaksaan. Sesuatu yang tidak cocok yang dipaksa untuk disatukan. Aku merasa seperti laki-laki yang memaksa masuk ke toilet wanita. Ibaratnya begini:
Aku berjalan santai di sebuah mall sendirian. Lalu, tiba-tiba aku ingin buang air. Aku segera mencari toilet terdekat karena barang di perutku sudah siap meledak dan dapat menghancurkan satu mall. Tentu keselamatan ummat manusia nomor satu bagiku! Kemudian, aku menemukan toilet terdekat, dijaga oleh seorang satpam, bukan penjaga toilet, karena mall ini adalah mall bagi kalangan kelas atas. Aku menuju toilet pria. Sialnya, semua bilik toilet pria terpakai. Sementara barang berharga di perutku semakin menteror, dan keselamatan orang-orang satu mall terancam. Aku memutuskan pergi ke toilet wanita. Dan seperti inilah pemaksaan itu..
Kamis, 03 September 2015
Jumat, 13 Juni 2014
Teatrikalisasi Puisi Bagian 2
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh
Pertama, saya ingin pengucapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena telah mengembalikan leptop saya dari cengkraman service center. Yang kedua, kepada servis center yang dengan suka rela memperbaiki leptop saya tanpa harus saya bayar. Yang ketiga, kepada leptop saya yang telah bersedia menjadi media sebingga tulisan saya bisa dibaca pembaca. Yang keempat, kepada pembaca yang juga bersedia membaca pembukaan ini walau sebenarnya diskip juga tidak masalah.
Paragraf di atas hanyalah paragraf pembuka yang kubuat hanya untuk memperbanyak tulisan saja. Biasanya, kata-kata seperti itu akan kalian temukan dalam sambutan-sambutan yang disampaikan presiden sewaktu tidak terpilih menjadi presiden. Sepertiku misalnya. Ya, seperti di atas itu.
Eniwey, aku tidak menulis untuk beberapa waktu kemarin. Hal ini disebabkan kerena dioprasinya leptopku, sehingga aku merasa
Pertama, saya ingin pengucapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena telah mengembalikan leptop saya dari cengkraman service center. Yang kedua, kepada servis center yang dengan suka rela memperbaiki leptop saya tanpa harus saya bayar. Yang ketiga, kepada leptop saya yang telah bersedia menjadi media sebingga tulisan saya bisa dibaca pembaca. Yang keempat, kepada pembaca yang juga bersedia membaca pembukaan ini walau sebenarnya diskip juga tidak masalah.
Paragraf di atas hanyalah paragraf pembuka yang kubuat hanya untuk memperbanyak tulisan saja. Biasanya, kata-kata seperti itu akan kalian temukan dalam sambutan-sambutan yang disampaikan presiden sewaktu tidak terpilih menjadi presiden. Sepertiku misalnya. Ya, seperti di atas itu.
Eniwey, aku tidak menulis untuk beberapa waktu kemarin. Hal ini disebabkan kerena dioprasinya leptopku, sehingga aku merasa
Senin, 21 April 2014
Teatrikalisasi Puisi Bagian 1
Oke, sebagai pembuka post kali ini, aku ingin memberitakan jika aku sudah menyatu kembali dengan jiwaku yang entah kenapa keluar tanpa permisi itu. Jadi, ceritanya aku memaksanya masuk kembali ke tubuhku melalui lubang hidung dan menyegelnya agar tak mampu berkeliaran lagi. Dan kupikir tak penting aku membicarakannya panjang lebar. Kita langsung saja ke topik.
Sebagai seorang mahasiswa jurusan Sastra Indonesia dan calon penyair, sastrawan, juga penulis novel terkenal (mohon buat yang baca di-Aamiin-kan), duniaku berada di antara dunia sastra. Di jurusanku ini, aku mempelajari segala macam tetek-bengek tentang sastra. Mulai dari teorinya, sejarah, apresiasi, kritik, menulis, membaca, menghafal, memahami, dan banyak lagi.Yang tidak diajari hanyalah melupakan, iya melupakan kamu tidak pernah diajari di dunia pendidikan.
Baru-baru ini aku melakukan salah satu aktivitas sastra.
Sebagai seorang mahasiswa jurusan Sastra Indonesia dan calon penyair, sastrawan, juga penulis novel terkenal (mohon buat yang baca di-Aamiin-kan), duniaku berada di antara dunia sastra. Di jurusanku ini, aku mempelajari segala macam tetek-bengek tentang sastra. Mulai dari teorinya, sejarah, apresiasi, kritik, menulis, membaca, menghafal, memahami, dan banyak lagi.
Baru-baru ini aku melakukan salah satu aktivitas sastra.
Minggu, 13 April 2014
Ini Tulisan Tentang Sahabat yang Telah Meneror Saya Untuk Menulis Tentangnya
Biasanya, aku menulis di sini mengenai tentang diriku sendiri. Tapi sekarang aku akan menulis tentang sahabatku.
Baru saja aku diteror olehnya.
"Jika kau tidak menulis tentangku malam ini dan besok tulisanmu masih belum muncul di Facebookku, kau akan tahu akibatnya." ancamnya dari seberang sana memalui saluran telepon.
"Akibatnya aku akan jadi pacarmu ya..." ucapku kalem.
Lalu tiba-tiba dia berada di depanku dan melemparkan telepon genggamnya ke arah kepalaku. Aku pun menangkapnya dan menjualnya ke pasar maling. Hidup itu memang mudah....
Baiklah, dia sahabatku sejak SMA dulu. Namanya
Baru saja aku diteror olehnya.
"Jika kau tidak menulis tentangku malam ini dan besok tulisanmu masih belum muncul di Facebookku, kau akan tahu akibatnya." ancamnya dari seberang sana memalui saluran telepon.
"Akibatnya aku akan jadi pacarmu ya..." ucapku kalem.
Lalu tiba-tiba dia berada di depanku dan melemparkan telepon genggamnya ke arah kepalaku. Aku pun menangkapnya dan menjualnya ke pasar maling. Hidup itu memang mudah....
Baiklah, dia sahabatku sejak SMA dulu. Namanya
Sabtu, 30 November 2013
Mimpi
Haahh....
Malam yang indah... Malam minggu, ah, maksudku sabtu malam seperti ini memang paling menyenangkan hanyalah menulis. Ini mengingatkanku pada memori setahun yang lalu, saat di mana aku menulis di sini yang juga saat malam minggu. Tempatnya pun tidak jauh dari tempatku sekarang menulis. Kira-kira 200 meter menurutku.
Sekarang, mari membicarakan hal lain.
Malam yang indah... Malam minggu, ah, maksudku sabtu malam seperti ini memang paling menyenangkan hanyalah menulis. Ini mengingatkanku pada memori setahun yang lalu, saat di mana aku menulis di sini yang juga saat malam minggu. Tempatnya pun tidak jauh dari tempatku sekarang menulis. Kira-kira 200 meter menurutku.
Sekarang, mari membicarakan hal lain.
Langganan:
Postingan (Atom)