Tulisan ini ditulis dengan rasa panik yang mencekam, Kawan, karena aku baru tahu jika masuk ke akun blogger sudah tidak dapat menggunakan email Yahoo! Aku panik bukan kepalang! Bagaimana tidak panik, aku tidak bisa lagi masuk ke akun blogger dengan email Yahoo! karena blogger sudah berpindah tangan ke Google. Aku mencoba masuk menggunakan akun Yahoo! walau URL dan halaman blogger jelas-jelas menampilkan akun Google. Ini pemaksaan. Sesuatu yang tidak cocok yang dipaksa untuk disatukan. Aku merasa seperti laki-laki yang memaksa masuk ke toilet wanita. Ibaratnya begini:
Aku berjalan santai di sebuah mall sendirian. Lalu, tiba-tiba aku ingin buang air. Aku segera mencari toilet terdekat karena barang di perutku sudah siap meledak dan dapat menghancurkan satu mall. Tentu keselamatan ummat manusia nomor satu bagiku! Kemudian, aku menemukan toilet terdekat, dijaga oleh seorang satpam, bukan penjaga toilet, karena mall ini adalah mall bagi kalangan kelas atas. Aku menuju toilet pria. Sialnya, semua bilik toilet pria terpakai. Sementara barang berharga di perutku semakin menteror, dan keselamatan orang-orang satu mall terancam. Aku memutuskan pergi ke toilet wanita. Dan seperti inilah pemaksaan itu..
*aku menuju toilet perempuan*
"Maaf, Mas, mas tidak boleh masuk ke toilet wanita," kata si satpam sambil menodongkan pentungan.
"Tapi, Pak, toilet pria penuh." kataku membela diri.
"Ya, Mas harus menunggunya kalau begitu."
"Tidak bisa, Pak. Ini menyangkut hidup dan mati manusia! Tidak bisa ditunggu!"
"Tidak bisa, Mas. Toilet itu untuk wanita, bukan untuk pria. Mas tidak boleh masuk."
"Pak, tolonglah. Selamatkan ummat manusia.." aku mulai meratap.
"Saya hanya satpam, Mas, bukan superman."
Si Satpam tetap keukeuh pada pendiriannya. Aku mulai mencari cara agar ummat manusia di mall terselamatkan. Mulai memasukkan kedua kepalan tanganku ke dalam balik baju agar terlihat memiliki payudara, mengerlingkan mataku sambil menggoda manja kepada satpam, hingga aku memutuskan memotong celanaku dan menyisakan sejengkal saja, memperlihatkan paha mulusku, dan berkata, "Pak satpam yang ganteng, perbolehkan aku masuk yaa. Aku cabe-cabean versi baru lho..." dan hasilnya... nihil. Aku tetap tidak bisa masuk ke toilet cewek. Pedih. Ummat manusia tak terselamatkan :(
Seperti itulah, Kaum Puyenk, yang kurasakan saat aku mencoba berkali-kali masuk ke akun Google menggunakan akun Yahoo! Aku menulis kata sandi dengan berbagai nama yang kuingat berkali-kali, mulai kata sandi di akun email Yahoo!, kata sandi Twitter, Facebook, BBM,
Aku mulai panik. Keringatku mengucur deras dari hidungku. Mataku mulai sembab, dan berlinang. Aku meneteskan obat mata pada mataku sendiri agar semakin dramatis. Aku mulai berpikir tak bisa menulis lagi di sini. Aku melakukan berbagai cara agar bisa memulihkan akun ini. Aku mencoba mencari pencerahan di Google. Dan hasilnya... Nol. Nihil. Pedih.
Aku mulai putus asa dan berpikir untuk meninggalkan akun ini. Tapi ada secuil harapan yang masih berkobar di dalam tubuhku. Aku tak boleh menyerah. Kucoba menelepon pihak Google dan protes keras karena telah menutup akunku tanpa pemberitahuan. Namun aku baru sadar aku tak memiliki nomor telepon Google. Yang kupunya hanya nomor telepon dosen pembimbing skripsiku. Dan jelas beliau tidak akan bisa membantu. Apalagi di tengah malam begini. Bisa-bisa aku di-drop out dari bimbingannya. Tamatlah riwayatku. Belum lagi aku sadar pulsaku cuma Rp. 59. Aku tak mungkin ngutang ke operator tengah malam begini. Bisa-bisa nomorku diblokir
Kubuka lagi halaman masuk blogger. Meski di depan halaman terpampang nyata harus menggunakan akun Google, seperti si satpam, aku tetap keukeuh menggunakan email Yahoo!, meng-klik 'bantuan', dan menggantinya dengan kata sandi baru. Setelah mengikuti intruksinya, dan TARAAAAAA!!! Keajaiban itu terjadi! Aku bisa masuk ke akun Google menggunakan email Yahoo!
![]() |
| Bukti nyata keajaiban! |
Eniwey, gaes, pesan moralnya adalah: Setiap perjuangan tanpa mengenal menyerah pasti bertemu keajaiban. Dan mari berharap setelah tulisan ini di posting semoga aku masih bisa menulis di sini. Artinya, keajaiban ini tidak hanya sampai di sini.
*sujud syukur*
Sebenarnya, Kawan, itu hanyalah pembukaan dari tulisan ini. Apa yang akan kuceritakan baru saja dimulai...
Sudah lama sekali aku mengabaikan blogku ini. Potingan terakhir yang kutulis lebih dari setahun yang lalu. Waw...
![]() |
| Perhatikan lingkaran bergaris merah. Ingat! Garis Merah! Bukan lingkaran! Di situ tidak ada lingkaran! |
Aku benar-benar telah meninggalkan blog ini selama setahun lebih. Dan sejujurnya, kawan, aku rindu menulis di sini. Cukup banyak hal yang telah kubagikan di sini. Dan cukup banyak pula hal-hal yang ingin kubagikan lagi di sini. Namun kesibukanku benar-benar menyita perhatianku dari blog ini. Jadi, meninggalkannya membuatku seperti tak pernah bertemu dengannya lagi. Sebentar. Maksudku, meninggalkannya seperti tak pernah menulisnya lagi. Oh, maksudku blog ini adalah... ya begitulah pokoknya. Aku yakin kalian paham maksudku.
Keinginan untuk menulis di sini kembali membara setelah sahabat jauhku yang pernah kutulis di sini menagih tulisan baruku. Kalian bisa membacanya di sini. Melalui BBM, tiba-tiba ia nongol begitu saja. Bukan, bukan berarti ia keluar dari layar ponselku lalu tertawa terbahak-bahak dan siap mengabulkan tiga permintaan sambil berkata, "wani pirooo?" Ia bukan jinnya jarum tujuh enam. Maksudku, ia memintaku untuk menulis lagi di sini.
![]() |
| Ini terornya |
Akhirnya, kuputuskan malam ini juga. Dan drama akun-blogger-tidak-bisa-dibuka-dengan-email-Yahoo! pun di mulai. Sudah tahu kan bagaimana dramanya? Jika belum tahu, kupersilahkan membaca lagi dari atas. Setelah sampai bagian ini, baca lagi dari atas. Lakukan itu tiga kali sehari. Dijamin tubuh Anda akan langsing seperti gitar Spanyol. Jika tidak, uang 100% kembali.
Pada akhirnya, aku mendapatkan sebuah pelajaran. Ya, lebih dari setahun blog ini kutinggalkan dan tak pernah kutemui lagi. Akibatnya, ia menolak untuk menerimaku lagi. Ia kesal dan marah. Ia tak mau membuka dirinya lagi untukku yang telah menelantarkannya. Seperti itulah, Kawan, jika kita meninggalkan, ehem, seseorang yang begitu peduli kepada kita. Tidak menutup kemungkinan ia tidak mau menemui kita lagi--yang telah menelantarkannya sekian lama. Akan tetapi jangan berputus asa. Berjuanglah agar ia mau membuka dirinya lagi. Seperti aku dan blogku *peluk blog*.
Aku bersyukur masih bisa menulis di sini karena--dalam pikiranku--ini keajaiban, bisa membuka akun Google menggunakan email Yahoo.. Dan aku berharap keajaiban login akun google dengan aku yahoo tidak hanya berhenti sampai di sini. Aku berharap ini bukan tulisan terakhirku di sini.
Khusus untuk sahabatku, terimakasih telah menghidupkan lagi api yang padam. Terimakasih telah mementik korek api kepada kayu-kayu yang kering di pikiran dan jemariku. Jika bukan karenamu, tulisan dan perjuanganku, juga keajaibanku malam ini tak pernah ada.
Sekali lagi, kuharap aku masih bisa menulis lagi di sini, jika keajaiban itu masih memihak kepadaku.




Aish...segitu takluk nya kah kau pada ucapanku? Hahaha
BalasHapusYasudah aku teror lagi "di tunggu secepatnya launching buku nya"
Aish...segitu takluk nya kah kau pada ucapanku? Hahaha
BalasHapusYasudah aku teror lagi "di tunggu secepatnya launching buku nya"
Ini baru aja nulis draf pertama -__-
Hapus