Kamis, 19 Oktober 2017

Untuk Apa Aku Nulis?

Kemarin aku ngobrol sama seorang teman bloger. Aku tertarik sama aktivitasnya. Aku pikir, boleh juga nih kalau ngopi sambil sharing. Dan begitulah, akhirnya kami ngobrol di sebuah warung kopi di dekat pom bensin. Ada banyak manfaatnya kalau ngopi di dekat pom bensin. Misalnya, waktu aku lagi ngopi terus tiba-tiba pujaan hatiku datang sama pacarnya, aku bisa bunuh diri dengan cara mimum pertamax turbo. Enak. Ke akhiratnya dengan kecepatan penuh.

Jumat, 14 Oktober 2016

Akhirnya Sidang Juga

Yooo What's Up, Gaes!

Okey, kali ini aku bakal bercerita proses skripsiku hingga sidang. Sebelumnya aku pernah nulis perihal skripsi di Perjuangan Seminar Proposal. Buat kalian yang nggak tau gimana prosesnya, silakan klik dan dibaca sendiri.

Jumat, 19 Agustus 2016

Sisa Cerita Naik Arjuno with Black Regent buat Ngerayain Hari Kemerdekaan

"Ada salah satu teori, bahwa setiap manusia itu mesti bervolusi. Apalagi di jaman yang serba digital yang selalu berubah terus-menerus. Nah, sebagai kreator, kita harus membiarkan diri kita berubah. Rata-rata orang, misalnya penulis atau youtuber, atau apa, ngerasa gini, 'wah, ini buku gua laku nih,. Maka gua akan bikin itu terus!'. Padahal, dia secara pikiran berubah. Kegelisahannya berubah. Prospeknya berubah. Atau hal baru yang dia serap itu berubah. Jadi kita harus membiarkan diri kita berevolusi sendiri."

Itu kata-kata yang diucapakan Raditya Dika disalah satu talkshow-nya. Tempatnya di mana, aku nggak tau. Lagian, kalo pun aku bilangin sama kalian, Kaum Puyenk, kalian gak bakal ketemu sama Radit. Karna Radit sekarang ngejuri SUCA 2, dan katanya, sempet kesemsem gitu sama Arafah. Kok jadi ngegosip gini sih?

Jadi, kenapa postingan ini aku buka dengan kalimatnya Radit? Coba tebak.

Senin, 21 Maret 2016

Perjuangan Seminar Proposal

Aku menyukai lagu-lagu Bang Haji Rhoma Irama. Aku banyak hafal lagu-lagu Bang Haji. Selain karena aku orang Madura yang notabenenya menyukai lagu dangdut, lagu-lagu Bang Haji banyak menginspirasi ummat manusia. Seperti lagu Begadang, Istri Solehah, Kawula Muda, Kawula Tua, Kaulah Pujaanku, Kaulah Cintaku, Kau lah Segalanya, Sayang kau sudah jadi milik orang.... #padaakhirnyaalaujuga

Tetapi memang benar, dengan lagu-lagunya, Bang Haji banyak menginspirasi ummat manusia. Khususnya, manusia Indonesia, karena lagu-lagunya berbahasa Indonesia. Kalau pun ada orang luar negeri yang paham lagunya, itu sungguh luar biasa—dengan catatan tanpa ada penerjemah. Coba kalian bayangkan, orang Afrika yang mendengarkan lagu Bang Haji lalu ia mengatakan kalau ia sangat terispirasi dengan lagu Bang Haji, bukankah itu hal aneh. Kemungkinannya begini; mereka terispirasi dengan suara gendang yang dapat membuat tubuh bergoyang dengan sendirinya, dan mereka akan menggunakannya sebagai ritual upacara adat di Afrika. Jadi, di Afrika akan ada riual upacara adat yang menggunakan lagu Bang Haji, dan mereka goyang-goyang gitu... Waw.

Jumat, 12 Februari 2016

Sedikit Tips untuk Melawan Penipuan

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Dengan segala hormat kepada dosen pembimbing, postingan kali ini kutulis hanya untuk sekedar menghilangkan penat di kepalaku yang sudah dua bulan lebih berkutat dengan teori-teori untuk menganalisis skripsi, dan hingga saat ini masih saja berpurtar-putar di sana seakan tidak akan menemukan ujungnya seperti misteri mengapa wanita selalu benar, lebih-lebih, wanita PMS. Lebih-lebih, ibu kos yang sedang PMS.

Maka dari itu, untuk sedikit meredakan rasa pening di kepalaku ini, aku ingin berbagi sedikit pengalaman sekaligus tips untuk melawan penipuan.

Sabtu, 05 Desember 2015

(Lanjutan) Ulang Tahun, atau Hari Kemerdekaan, atau Hari Jadi, atau Disnatalis, atau Apapun Sesukamu

Ini akan menjadi tulisan yang panjang. Jadi, bersabarlah untuk menuntaskan tulisan ini, seperti kalian bersabar akan rindu.

Sebenarnya, Kaum Puyenk, aku ingin segera menulis posting ini setelah aku menulis bagian pertama tanggal 4 bulan lalu. Nyatanya, aku baru menulisnya satu bulan kemudian. Ada banya faktor kenapa tulisan ini harus menunggu selama satu bulan. Pertama, kita lanjut saja pada yang kedua. Jadi faktor ketiga adalah karena eh karena... aku lupa. Yang jelas, laptoku ini sempat naik meja operasi (lagi) selama satu minggu, seperti halnya saa aku menulis Teatrikalisasi Puisi Bagian 2. Entah kenapa, setiap aku akan posting bagian ke 2seperti cerita ulang tahunku inilaptopku selalu bermasalah. Aku mulai curiga, apapun yang menjadi ke 2, selalu bermasalah. Seperti, istri kedua... atau, suami dari istri kedua. Tetapi, Kaum Puyenk, ini tidak menghentikanku untuk menulis cerita-cerita yang memiliki bagian-bagian di masa mendatang. Justru kalau bisa, aku ingin meulis cerita berseri yang menceritakan bagian kepala, bagian pinggang, bagian kaki, bagian tangan, dan segala macam bagian tubuh. Karena aku adalah, dokter umum.

Rabu, 04 November 2015

Ulang Tahun, atau Hari Kemerdekaan, atau Hari Jadi, atau Disnatalis, atau Apapun Sesukamu

Orang yang tidak gila, aku yakin seyakin-yakinnya Yakin anak bapaknya yakin, pasti ingat dengan tanggal tulang tahunnya, tanggal hari kemerdekaan dirinya, tanggal disnatalisnya, atau apapun yang diistilahkan orang-orang. Mereka pasti tahu tanggal berapa, bulan apa, tahun berapa, pertama kali menghirup udara dunia, meski bukan berarti ketika mereka baru lahir langsung mencatatnya sendiri tanggal kelahirannya. Aku rasa cukup seram jika kita membayangkan seorang bayi yang baru lahir, tiba-tiba saja ia bersuara cempreng, "Dok, bawakan saya sebongkah batu, palu, dan paku. Saya akan mencatat hari kelahiran saya ini sebagai prasasti." Padahal saat itu tim dokter persalinan tengah sibuk memotong tali pusarnnya. Maka seorang dokter memberinya sebuah pisau. Karena tidak ada batu, paku, dan palu, si bayi mencatat hari kelahirannya di tubuhnya sendiri dengan pisau, agar terlihat seperti tato abadi, dan keren. Tetapi itu menyeramkan. Sepakat?

Senin, 26 Oktober 2015

Teruntuk Engkau, Para Pelaku Sastra dan Budaya

Belakangan aku menyukai diskusi atau acara-acara tentang sastra atau kebudayaan. Dari sana, aku bisa belajar seperti apa kehidupan orang-orang di sekitarku, membicarakan isu-isu kekinian yang sedang hangat di tengah masyarakat, atau melihat hal-hal tradisonal yang mulai hilang. Kadang aku bertanya-tanya, kenapa aku tiba-tiba menyukai hal-hal semacam ini; beraktivitas dalam lingkungan sastra, membaca puisi, menghadiri diskusi-diskusi atau acara sastra atau kebudayaan, memerhatikan apa yang terjadi, kemudian menulisnya dalam sebuah cerita. Barangkali semua ini karena aku sedang menempuh kuliah bahasa dan sastra Indonesia. Mungkin jika aku kuliah jurusan teknik mesin, aku pasti menyukai oli samping, baut dan mur, juga trek-trekan di jalanan sambil membonceng cabe-cabean. Oke, kita berhenti di sini saja pembahasannya, karena aku tahu, pembahasan tentang cabe-cabean pasti sangat panjang. Ada cabe bawang, cabe kecap, cabe tomat, cabe terasi, dan banyak lagi macamnya. Bisa kalian bayangkan betapa panjangnya jika kujelaskan satu persatu? Jadi, marilah kita skip bagian ini.

Biasanya, acara-acara diskusi yang kuhadiri adalah acara tanpa harus membayar tiket masuk. Kalian tahu kan maksudku? Gratis. G R A H T E S. Jika aku diajak ke acara sastra atau kebudayaan, ada dua pertanyaan yang harus terjawab dengan jelas.

Kamis, 03 September 2015

Tulisan dengan Judul 'Semoga Ini Bukan Tulisan Terakhir di Blog Ini'

Bismillahirrohmanirrohim..

Tulisan ini ditulis dengan rasa panik yang mencekam, Kawan, karena aku baru tahu jika masuk ke akun blogger sudah tidak dapat menggunakan email Yahoo! Aku panik bukan kepalang! Bagaimana tidak panik, aku tidak bisa lagi masuk ke akun blogger dengan email Yahoo! karena blogger sudah berpindah tangan ke Google. Aku mencoba masuk menggunakan akun Yahoo! walau URL dan halaman blogger jelas-jelas menampilkan akun Google. Ini pemaksaan. Sesuatu yang tidak cocok yang dipaksa untuk disatukan. Aku merasa seperti laki-laki yang memaksa masuk ke toilet wanita. Ibaratnya begini:

Aku berjalan santai di sebuah mall sendirian. Lalu, tiba-tiba aku ingin buang air. Aku segera mencari toilet terdekat karena barang di perutku sudah siap meledak dan dapat menghancurkan satu mall. Tentu keselamatan ummat manusia nomor satu bagiku! Kemudian, aku menemukan toilet terdekat, dijaga oleh seorang satpam, bukan penjaga toilet, karena mall ini adalah mall bagi kalangan kelas atas. Aku menuju toilet pria. Sialnya, semua bilik toilet pria terpakai. Sementara barang berharga di perutku semakin menteror, dan keselamatan orang-orang satu mall terancam. Aku memutuskan pergi ke toilet wanita. Dan seperti inilah pemaksaan itu..

Jumat, 13 Juni 2014

Teatrikalisasi Puisi Bagian 2

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Pertama, saya ingin pengucapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena telah mengembalikan leptop saya dari cengkraman service center. Yang kedua, kepada servis center yang dengan suka rela memperbaiki leptop saya tanpa harus saya bayar. Yang ketiga, kepada leptop saya yang telah bersedia menjadi media sebingga tulisan saya bisa dibaca pembaca. Yang keempat, kepada pembaca yang juga bersedia membaca pembukaan ini walau sebenarnya diskip juga tidak masalah.

Paragraf di atas hanyalah paragraf pembuka yang kubuat hanya untuk memperbanyak tulisan saja. Biasanya, kata-kata seperti itu akan kalian temukan dalam sambutan-sambutan yang disampaikan presiden sewaktu tidak terpilih menjadi presiden. Sepertiku misalnya. Ya, seperti di atas itu.

Eniwey, aku tidak menulis untuk beberapa waktu kemarin. Hal ini disebabkan kerena dioprasinya leptopku, sehingga aku merasa

Senin, 21 April 2014

Teatrikalisasi Puisi Bagian 1

Oke, sebagai pembuka post kali ini, aku ingin memberitakan jika aku sudah menyatu kembali dengan jiwaku yang entah kenapa keluar tanpa permisi itu. Jadi, ceritanya aku memaksanya masuk kembali ke tubuhku melalui lubang hidung dan menyegelnya agar tak mampu berkeliaran lagi. Dan kupikir tak penting aku membicarakannya panjang lebar. Kita langsung saja ke topik.

Sebagai seorang mahasiswa jurusan Sastra Indonesia dan calon penyair, sastrawan, juga penulis novel terkenal (mohon buat yang baca di-Aamiin-kan), duniaku berada di antara dunia sastra. Di jurusanku ini, aku mempelajari segala macam tetek-bengek tentang sastra. Mulai dari teorinya, sejarah, apresiasi, kritik, menulis, membaca, menghafal, memahami, dan banyak lagi. Yang tidak diajari hanyalah melupakan, iya melupakan kamu tidak pernah diajari di dunia pendidikan.

Baru-baru ini aku melakukan salah satu aktivitas sastra.

Minggu, 13 April 2014

Ini Tulisan Tentang Sahabat yang Telah Meneror Saya Untuk Menulis Tentangnya

Biasanya, aku menulis di sini mengenai tentang diriku sendiri. Tapi sekarang aku akan menulis tentang sahabatku.

Baru saja aku diteror olehnya.

"Jika kau tidak menulis tentangku malam ini dan besok tulisanmu masih belum muncul di Facebookku, kau akan tahu akibatnya." ancamnya dari seberang sana memalui saluran telepon.

"Akibatnya aku akan jadi pacarmu ya..." ucapku kalem.

Lalu tiba-tiba dia berada di depanku dan melemparkan telepon genggamnya ke arah kepalaku. Aku pun menangkapnya dan menjualnya ke pasar maling. Hidup itu memang mudah....

Baiklah, dia sahabatku sejak SMA dulu. Namanya

Sabtu, 30 November 2013

Mimpi

Haahh....
Malam yang indah... Malam minggu, ah, maksudku sabtu malam seperti ini memang paling menyenangkan hanyalah menulis. Ini mengingatkanku pada memori setahun yang lalu, saat di mana aku menulis di sini yang juga saat malam minggu. Tempatnya pun tidak jauh dari tempatku sekarang menulis. Kira-kira 200 meter menurutku.

Sekarang, mari membicarakan hal lain.